Posted on

Dyslexic People, But Successfully Become a Doctor in America

Penderita Disleksia, Tetapi Berhasil Menjadi Dokter di Amerika

Kisah ini menceritakan tentang kedua orang yang mengidap disklesia dan sukses menjadi dokter. Seperti diketahui, disklesia adalah kelainan neurobiologis dimana seseorang tidak mampu belajar dengan baik karena kesulitan mengenali kata dengan tepat atau rendahnya akurasi dalam membaca. Namun, keduanya berhasil menyelesaikan sekolah kedokteran mereka dan dikenal sebagai dokter yang paling sukses di Amerika Serikat. 

Banyak orang menganggap pengidap disklesia dianggap bodoh dan susah mengikuti pelajaran lantaran kesulitan dalam mengenal dan membaca huruf. Hal ini tidak membuat mereka patah semangat dan terus belajar. Meskipun merasa kesulitan dalam membaca dan mengenal huruf. Tapi mereka mampu belajar melalui visual maupun audio. Bahkan keduanya berhasil menyelesaikan sekolah kedokteran. 

Prestasi seperti ini menjadi salah satu hal penting tidak hanya menambah wawasan tetapi juga menjadi nilai plus saat melamar pekerjaan nanti. Oleh karena itu, PIE platform penyedia identitas digital yang dapat menyimpan data seperti nilai akademik maupun track record prestasi -prestasi yang pernah dicapai selama di bangku kuliah. Selain itu dapat mempermudah perusahaan untuk melihat track record yang kita miliki karena data yang terjamin aman, valid dan tidak dapat dimanipulasi.

Bekerja sama dengan Pureheart dan YONK berkomitmen untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dengan teknologi inovatifnya untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik khususnya dalam bidang pendidikan di Indonesia, Info selengkapnya https://pureheart.ledgernow.com dan https://yonk.io 

 

Dyslexic People, But Successfully Become a Doctor in America

This story tells the story of two people who suffered from dementia and successfully became doctors. As is well known, dysplia is a neurobiological disorder in which a person is unable to learn properly due to difficulty recognizing words correctly or poor accuracy in reading. However, both of them successfully completed their medical school and are known as the most successful doctors in the United States.

Many people think that people with dysentery are considered stupid and find it difficult to study because of difficulties in recognizing and reading letters. This does not discourage them and keep learning. Despite the difficulty in reading and recognizing letters. But they are able to learn through visuals and audio. In fact both of them successfully completed medical school.

Achievements like this become one of the important things not only add insight but also become a plus when applying for a job later. Therefore, PIE is a digital identity provider platform that can store data such as academic grades and track records of achievements that have been achieved while in college. In addition, it can make it easier for companies to see the track record that we have because the data is guaranteed to be safe, valid and cannot be manipulated.

In collaboration with Pureheart and YONK committed to carrying out social activities, with innovative technology to help create a better world, especially in the field of education in Indonesia, More info https://pureheart.ledgernow.com and https://yonk.io

 

More Information
Education For Humanity
https://wp.n-tco.com/gpo2/dyslexic-people-but-successfully-become-a-doctor-in-america/
Instagram : https://instagram.com/piecoid/
Posted on

Heart Sufferers Do Not Need To Worry Anymore

Penderita sakit Jantung kini tidak perlu khawatir lagi

Penyakit jantung koroner sering dianggap sebagai ‘pembunuh’ nomor satu di Indonesia. Tingginya angka kematian disebabkan oleh ketidaktahuan penderita akan gejala dini penyakit jantung. Akan tetapi saat ini tidak perlu khawatir lagi karena para mahasiswa dari Bandung ini berhasil menciptakan aplikasi kesehatan jantung yang disebut ‘Cardio-PP’. Dilansir dari cnnindonesia.com aplikasi ini diklaim dapat memberikan informasi dan rekomendasi untuk kesehatan jantung.Inovasi ini tentu saja sangat bermanfaat dan  perlu didukung oleh semua instansi terkait. Meneliti dan berfikir untuk kemajuan kedepan tentu saja akan memajukan pola pikir mahasiswa dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. #EducationForHumanity

Prestasi seperti ini menjadi salah satu hal penting tidak hanya menambah wawasan tetapi juga menjadi nilai plus saat melamar pekerjaan nanti. Oleh karena itu, PIE platform penyedia identitas digital yang dapat menyimpan data seperti nilai akademik maupun track record prestasi -prestasi yang pernah dicapai selama di bangku kuliah. Selain itu dapat mempermudah perusahaan untuk melihat track record yang kita miliki karena data yang terjamin aman, valid dan tidak dapat dimanipulasi.

Bekerja sama dengan Aell dan Pureheart berkomitmen untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dengan teknologi inovatifnya untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik khususnya dalam bidang pendidikan di Indonesia, Info selengkapnya https://aell.co  dan https://pureheart.ledgernow.com 

Coronary heart disease is often regarded as the number one ‘killer’ in Indonesia. The high mortality rate is caused by the patient’s ignorance of early symptoms of heart disease. But now there is no need to worry anymore because the students from Bandung have succeeded in creating a heart health application called ‘Cardio-PP’. Reporting from cnnindonesia.com this application is claimed to be able to provide information and recommendations for heart health. This innovation is of course very useful and needs to be supported by all relevant agencies. Researching and thinking for future progress will certainly advance the mindset of students and improve the quality of Indonesian education. #EducationForHumanity

Achievements like this become one of the important things not only add insight but also become a plus when applying for a job later. Therefore, PIE is a digital identity provider platform that can store data such as academic grades and track records of achievements that have been achieved while in college. In addition, it can make it easier for companies to see the track record that we have because the data is guaranteed to be safe, valid and cannot be manipulated.

In collaborating  with Aell and Pureheart is committed to conducting social activities, with innovative technology to help create a better world, especially in the field of education in Indonesia, More info https://aell.co and https://pureheart.ledgernow.com 

 

 

More Information
Education For Humanity
https://wp.n-tco.com/gpo2/heart-sufferers-do-not-need-to-worry-anymore/
Instagram : https://instagram.com/piecoid/

 

Posted on

Medical AI Application The new method of the bright idea of ​​UNS Students

Seorang Mahasiswa Program Studi (Prodi) Statistika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Lingga Aji Andika berhasil membuat ide yang mengangkat tema aplikasi Medical Artifical Intelegence sebagai metode baru dalam hal pelayanan kesehatan pada masyarakat yang berbasis aplikasi. Atas idenya tersebut, Lingga pun berhasil menjadi juara di ajang Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Awards, yang diselenggarakan di ICE BSD Tangerang pada Sabtu lalu.

Artificial Intelegent (AI) disebut sebagai aplikasi kecerdasan buatan, yang saat ini sering digunakan di kehidupan manusia salah satunya bidang kesehatan. Adanya aplikasi ini diharapkan dapat membantu mempermudah masyarakat Indonesia dari berbagai sisi, seperti pasien yang dapat ditolong dengan segera menggunakan aplikasi atau rumah sakit yang mampu meningkatkan pelayanan kesehatan. 

Prestasi seperti ini menjadi salah satu hal penting dan bermanfaat tidak hanya menambah wawasan tetapi juga menjadi nilai plus saat kamu melamar pekerjaan nanti. Oleh karena itu, PIE platform penyedia identitas digital yang dapat menyimpan data seperti nilai akademik maupun track record prestasi -prestasi yang pernah dicapai selama di bangku kuliah. Selain itu dapat mempermudah perusahaan untuk melihat track record yang kita miliki karena data yang terjamin aman, valid dan tidak dapat dimanipulasi.

Bekerja sama dengan Aell dan Yonk berkomitmen untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dengan teknologi inovatifnya untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik khususnya dalam bidang pendidikan di Indonesia, Info selengkapnya https://yonk.io dan https://aell.co

A Student of the Eleven March University (UNS) Statistics Study Program in Surakarta Lingga Aji Andika succeeded in making an idea that raised the theme of the application of Medical Artifical Intelligence as a new method in terms of health services to the community based on applications. For his idea, Lingga also won the Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Awards, which was held at ICE BSD Tangerang last Saturday.

Artificial Intelligence (AI) is referred to as the application of artificial intelligence, which is currently often used in human life, one of which is health. The existence of this application is expected to help facilitate the Indonesian people from various sides, such as patients who can be helped by using applications or hospitals that are able to improve health services.

Achievements like this become one of the important and beneficial things not only add insight but also become a plus when you apply for a job later. Therefore, PIE is a digital identity provider platform that can store data such as academic grades and track records of achievements that have been achieved while in college. In addition, it can make it easier for companies to see the track record that we have because the data is guaranteed to be safe, valid and cannot be manipulated.

In collaboration with Aell and Yonk committed to carrying out social activities, with innovative technology to help create a better world, especially in the field of education in Indonesia, More info https://yonk.io and https://aell.co

 

More Information
Education For Humanity
https://wp.n-tco.com/gpo2/medical-ai-application-the-new-method-of-the-bright-idea-of-%e2%80%8b%e2%80%8buns-students/ 
Instagram : https://instagram.com/piecoid/ 

 

Source : https://news.okezone.com

Posted on

Students from Palu succeeded in Developing an Energy Saver Application

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Adhi Guna Palu, berhasil mengembangkan teknologi aplikasi hemat listrik yang dibimbing oleh dosennya. Aplikasi yang dikembangkan ini, dapat mengukur pemakaian daya listrik sesuai kebutuhan sehingga menjadikan penggunaan listrik lebih hemat. Aplikasi ini sebagai langkah awal dan akan terus dikembangkan nantinya sehingga dapat digunakan di masyarakat serta pemerintah.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengatur waktu atau lama pemakaian energi listrik pada bola lampu sekaligus menghitung biaya beban penggunaan listriknya. Penemuan ini telah diusulkan untuk mendapat hak cipta dan berlaku selama lima puluh tahun. 

Prestasi seperti ini menjadi salah satu hal penting dan bermanfaat tidak hanya menambah wawasan tetapi juga menjadi nilai plus saat kamu melamar pekerjaan nanti. Oleh karena itu, PIE platform penyedia identitas digital yang dapat menyimpan data seperti nilai akademik maupun track record prestasi -prestasi yang pernah dicapai selama di bangku kuliah. Selain itu dapat mempermudah perusahaan untuk melihat track record yang kita miliki karena data yang terjamin aman, valid dan tidak dapat dimanipulasi.

Bekerja sama dengan PureHeart dan SSC berkomitmen untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dengan teknologi inovatifnya untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik khususnya dalam bidang pendidikan di Indonesia, Info selengkapnya https://pureheart.ledgernow.com/ dan https://ssc.co.id 

 

Students of the College of Information and Computer Management (STIMIK) Adhi Guna Palu, succeeded in developing an electricity-saving application technology guided by his lecturer. This developed application can measure electrical power usage as needed so as to make electricity usage more efficient. This application is a first step and will continue to be developed later so that it can be used in the community and government.

This application can be used to set the time or duration of use of electrical energy in light bulbs while calculating the cost of using electricity. This discovery has been proposed for copyright and is valid for fifty years.

Achievements like this become one of the important and beneficial things not only add insight but also become a plus when you apply for a job later. Therefore, PIE is a digital identity provider platform that can store data such as academic grades and track records of achievements that have been achieved while in college. In addition, it can make it easier for companies to see the track record that we have because the data is guaranteed to be safe, valid and cannot be manipulated.

In collaboration with PureHeart and SSC committed to carrying out social activities, with innovative technology to help create a better world, especially in the field of education in Indonesia, more info https://pureheart.ledgernow.com/ and https://ssc. co.id 

 

More Information
Education For Humanity
https://wp.n-tco.com/gpo2/2019/11/12/students-from-palu-succeeded-in-developing-an-energy-saver-application/
Instagram : https://instagram.com/piecoid/ 
 
Posted on

The excitement of children’s early education in Sweden is worth emulating

Bermain menjadi salah satu kunci kurikulum pendidikan anak usia dini di Swedia. Melalui bermain, anak-anak diajarkan mengenal nilai mendasar, seperti kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri, kerja sama, toleransi, dan menghargai orang lain. Selain itu, sejak dini anak-anak diajarkan konsep persamaan gender. Contohnya, anak-anak diajak piknik di depan sekolah. Setelah itu, mereka berlatih cara memilah sampah dan memasukkannya kedalam tong sampah sesuai dengan jenis sampah.

Anak usia dini tidak selalu harus bermain di dalam kelas. Mereka menelusuri hutan, mengunjungi museum, atau piknik di taman kota. Jika cuaca dingin tak begitu ekstrem, mereka bermain dengan gumpalan salju tebal yang menutupi hamparan pasir halus di playground sekolah. Saat beraktivitas di luar sekolah, anak-anak berpakaian lengkap sesuai dengan musim dan menggunakan rompi khusus sambil memegang sebuah tali panjang didampingi oleh guru-gurunya sambil berjalan dengan tertib.Hal ini bertujuan menstimulasi perkembangan dan pengetahuan anak di dalam lingkungan sekolah yang aman, menyenangkan, dan nyaman sehingga mampu menumbuhkan keinginan dan ketertarikannya untuk belajar serta membentuk karakter anak.

Hakikat dari pendidikan tidak hanya menjadikan siswa cerdas dan menguasai teknologi. Namun juga mementingkan pembentukan karakter, budaya, moral dan budi pekerti. Oleh karena itu, PIE sebagai solusi untuk digitalisasi siswa yang aman dan terverifikasi sehingga dapat membantu untuk menciptakan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dalam program #EducationForEveryone dan mari kita cerdaskan negeri kita tercinta !

Bekerja sama dengan YONK dan PureHeart  berkomitmen untuk mendukung digitalisasi pendidikan di Indonesia, dengan teknologi inovatifnya membantu menciptakan dunia yang lebih baik  dalam bidang pendidikan di Indonesia, Info selengkapnya https://yonk.io dan https://pureheart.ledgernow.com 

Play is one of the keys to early childhood education curriculum in Sweden. Through play, children are taught to recognize basic values, such as honesty, independence, confidence, cooperation, tolerance, and respect for others. In addition, children are taught the concept of gender equality early on. For example, children are invited to a picnic in front of the school. After that, they practice how to sort trash and put it in the trash can according to the type of garbage.

Early childhood does not always have to play in the classroom. They explore the forest, visit museums, or picnic in city parks. If the cold weather is not so extreme, they play with thick snow masses that cover a stretch of fine sand on the school playground. When doing activities outside of school, children are fully dressed according to the season and wear special vests while holding a long rope accompanied by their teachers while walking in an orderly manner. This aims to stimulate the development and knowledge of children in a safe, pleasant, and comfortable so as to be able to grow their desires and interests to learn and shape the character of children.

The essence of education not only makes students smart and masters technology. But it also attaches importance to the formation of character, culture, morals and character. Therefore, PIE as a solution for digitizing safe and verified students so that it can help to make Indonesian education better in the #EducationForEveryone program and let us enlighten our beloved country!

In collaboration with YONK and PureHeart committed to support the digitalization of education in Indonesia, with its innovative technology helping to create a better world in the field of education in Indonesia, More info https://yonk.io  and https://pureheart.ledgernow.com 

 

More Information
Education For Humanity
https://wp.n-tco.com/gpo2/2019/11/11/the-excitement-of-childrens-early-education-in-sweden-is-worth-emulating/
Instagram : https://instagram.com/piecoid/ 

 

Posted on

Belajar Tentang Pendidikan Anak Sejak Dini di Jepang

Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki sopan santun dan disiplin yang sangat baik. Seringkali kita lihat bahwa masyarakat Jepang sangat tertib. Saat Tsunami yang terjadi pada tahun 2011, masyarakat Jepang tetap antre dalam menerima bala bantuan. Ternyata, kebiasaan untuk hidup tertib, sopan santun dan disiplin sudah diajarkan pada saat mereka sudah berada di sekolah dasar. Murid sekolah di Jepang baru mendapatkan ujian di umur 10 tahun, karena tujuan utama di tiga tahun pertama adalah sopan santun dan moral.

Pendidikan anak usia dini dimulai di rumah. Ada banyak buku dan acara televisi yang dapat membantu ayah dan ibu untuk mendidik anak-anak mereka. Rumah menjadi tempat awal untuk mengajarkan tata krama dan perilaku sosial yang tepat. Ketika berada di sekolah dasar, anak sekolah diberi peluit yang dibagikan secara gratis oleh sekolahnya peluit. Hal ini diajarkan kepada anak-anak untuk ditiup jika bertemu dengan orang asing.yang mengganggu.

Siswa di Jepang juga diberi tugas melayani makan siang untuk menuangkan makanan ke piring temannya secara bergantian sesuai piket. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan kerjasama tim dari mulai usia dini. Proses pembelajaran dan pembentukan karakter ini dilakukan terus menerus di masyarakatnya. sehingga tidak heran, negeri bunga Sakura ini terkenal punya sumber daya manusia yang unggul dari berbagai sekolah di sana.

Hakikat dari pendidikan tidak hanya menjadikan siswa cerdas dan menguasai teknologi. Namun juga mementingkan pembentukan karakter, budaya, moral dan budi pekerti. Oleh karena itu, PIE sebagai solusi untuk digitalisasi siswa yang aman dan terverifikasi sehingga dapat membantu untuk menciptakan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dalam program #EducationForEveryone dan mari kita cerdaskan negeri kita tercinta !

Bekerja sama dengan PureHeart berkomitmen untuk mendukung digitalisasi pendidikan di Indonesia, dengan teknologi inovatifnya membantu menciptakan dunia yang lebih baik dalam bidang pendidikan di Indonesia, Info selengkapnya https://pureheart.ledgernow.com/ 

 

More Information
Education For Humanity
https://wp.n-tco.com/gpo2/2019/11/05/belajar-tentang-pendidikan-anak-sejak-dini-di-jepang/
Instagram : https://instagram.com/piecoid/ 
Posted on

Menjadi Volunteer Saat Kuliah, Ini Manfaatnya !

Memasuki bulan November, tandanya sudah dekat dengan akhir dari semester ganjil. Tidak hanya itu, libur panjang juga akan tiba hingga nanti memasuki semester genap. Dari pada liburanmu hanya diisi aktivitas rumah akan lebih baik jika diisi dengan kegiatan yang bermanfaat salah satunya menjadi volunteer. Ada beberapa manfaat dan keuntungan yang bisa di dapat saat menjadi volunteer

Belajar untuk paham kondisi di lapangan

Menjadi volunteer mengharuskanmu untuk terjun ke masyarakat. Sehingga, kamu bisa mendapatkan banyak hal baru yan tidak diajarkan pada perkuliahan. Menjadi volunteer adalah salah satu cara terbaik untuk mempelajari kondisi lapangan secara nyata.

Menumbuhkan kepekaan terhadap isu sosial

Ketika kita telah mengetahui kondisi di lapangan, dari situ kepekaan sosialmu akan muncul. Kamu akan ikut merasakan pengalaman manis pahit yang dirasakan oleh komunitas tempatmu menjadi volunteer. Setidaknya, kamu turut merasakan pengalaman asam manis yang dirasakan oleh komunitas di tempat kamu menjadi relawan.

Memperluas jejaring pertemanan

Menjadi volunteer tentu saja akan memperluas jejaring pertemanan. Bukankah akan sangat menyenangkan memiliki teman dengan passion yang sama?

Mengembangkan kemampuan diri

Menjadi volunteer kamu akan mendapatkan self-improvement. Kemampuan analisismu semakin tajam, pertukaran gagasan semakin sering, semakin banyak bertemu orang baru, dan kamu menjadi lebih tangguh.

Resume kamu makin keren

Saat bingung mencari kerja, tentunya pengalaman yang kosong akan bikin minder. Mengisi daftar keahlian dengan panjang lebar tanpa ada pengalaman juga rasanya kurang lengkap. Di sinilah menjadi volunteer bisa memberikan solusi.

Pengalaman sebagai volunteer tidak hanya memberikan pengalaman di resume, tetapi juga menjadi nilai plus saat kamu melamar pekerjaan nanti. Oleh karena itu, PIE platform penyedia identitas digital yang dapat menyimpan data seperti nilai akademik maupun track record dalam melakukan kegiatan sosial seperti volunteer. Selain itu dapat mempermudah perusahaan untuk melihat track record yang kita miliki karena data yang terjamin aman, valid dan tidak dapat dimanipulasi.

Bekerja sama dengan PureHeart berkomitmen untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dengan teknologi inovatifnya untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik khususnya dalam bidang pendidikan di Indonesia, Info selengkapnya https://pureheart.ledgernow.com/

 

More Information
Education For Humanity
https://wp.n-tco.com/gpo2/2019/11/04/menjadi-volunteer-saat-kuliah-ini-manfaatnya/ 
Instagram : https://instagram.com/piecoid/